Harga Sembako 2020 – Seringkali menjadi perbincangan yang hangat bagi para ibu rumah tangga. Harga yang tentatif atau berubah-ubah membuat para ibu rumah tangga menjadi cemas akan adanya kenaikan. Kenaikan sembako pun sebenarnya tidak hanya menakutkan bagi para ibu rumah tangga atau konsumen, tetapi juga dikhawatirkan oleh para pedagangnya sendiri pasalnya hal tersebut dapat menurunkan daya beli konsumen dan menyebabkan pedagang merugi.

Harga Sembako Kota Malang Terbaru 2020
Harga Sembako Kota Malang Terbaru 2020

Adanya kenaikan dan penurunan harga yang tentatif juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah BBM. Jika BBM di pasaran mengalami kenaikan, maka akan berpengaruh pula pada kenaikan sembako. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan biaya distribusi atau penyaluran bahan sembako dari produsen utama ke pedagang-pedagang di pasar, sehingga mengakibatkan harga ke konsumen semakin meningkat.

Selain itu, kenaikan sebagian sembako dapat pula dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Iklim dan cuaca yang tidak stabil dapat menyebabkan kenaikan pada sebagian sembako. Hal ini dikarenakan adanya gagal panen pada sebagian jenis sayuran, tanaman bumbu dapur atau padi yang menyebabkan kelangkaan sembako tersebut di pasaran. Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan bahan sembako, namun tidak dibarengi dengan kecukupan produksi akan menyebabkan sembako tersebut melambung tajam. Hal ini kerap terjadi pada tanaman bumbu dapur yang kerap mengalami peninggatan harga jika musim penghujan datang, salah satunya adalah cabai.

Faktor musiman lain yang dapat memengaruhi kenaikan harga adalah ketika memasuki hari raya, terutama Lebaran. Adanya peningkatan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap sembako memasuki hari raya, akan memberikan peluang kepada produsen atau pedagang untuk menaikkan harga bahan sembako demi meraup keuntungan lebih besar.

Faktor yang tak kalah pentingnya yang mempengaruhi kenaikan sembako adalah kurs dollar ke rupiah. Adanya peningkatan kurs dolar terhadap rupiah dapat pula memberikan pengaruh tidak langsung terhadap kenaikan sembako. Seperti yang diketahui saat ini kurs dollar terhadap rupiah masih tentatif yakni kerap mengalami kenaikan dan penurunan namun tidak terlalu signifikan, sehingga harga cenderung stabil.

Kondisi dapat disebut stabil apabila adanya keseimbangan atara harga bahan sembako yang mengalami kenaikan dan juga penurunan yang tidak terlalu signifikan. Selain itu adanya sembako yang cenderung tetap seperti minyak goreng, dapat pula membantu kestabilan di pasaran. Kenaikan sebagian sembako dapat pula disiasati dengan mencari promosi yang ditawarkan di pasar swalayan atau adanya kebijakan dari pemerintah mengenai import bahan sembako untuk menutupi kelangkaan barang dan mengantisipasi kenaikan harga yang cukup signifikan.

Menurut pantauan Informasi Pangan, harga pada akhir penghujung tahun ini masih dapat dikatakan stabil. Berikut merupakan ulasan mengenai kenaikan dan penurunan harga pada beberapa bulan di tahun ini.

Bahan Sembako yang Mengalami Kenaikan Harga

Tempat teratas yang merajai kenaikan harga masih ditempati oleh harga cabai merah keriting  dan harga cabai merah besar yang mampu menyentuh harga Rp 47.600,-/kg dan Rp.49.228,-/kg, yakni mengalami kenaikan yang signifikan sebesar Rp.4.313,- dan Rp.4.038,- per oktober. Setelah itu disusul dengan harga bawang putih yang mengalami kenaikan Rp. 695,- per kg, sehingga menjadi Rp.37.600,-/kg.  Ada pula kenaikan harga dari beras IR II Ramos sebesar Rp.2.820, sehigga menjadi Rp.13.140-,. Selain itu pada daging sapi kini menyentuh harga Rp.115.937,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp.312,-. Beberapa sembako yang juga mengalami kenaikan harga adalah cabe rawit merah, gula pasir, tepung tergigu, tomat, susu dan gas Elpiji 3 kg.

Bahan Sembako yang Mengalami Penurunan Harga

Penurunan harga sebaliknya dialami oleh cabai rawit hijau, meski kurang signifikan yakni Rp.25.296,- atau turun Rp.13,- per kg. Selain itu disusul pula oleh bawang merah dengan harga Rp.35.228,- atau turun Rp.176,-. Selain itu ada pula penurunan yang signifikan yakni Rp.14.914/kg untuk kentang atau penurunan Rp.1.204,- dan Rp.107.520,-/kg untuk daging kambing atau penurunan Rp.3.513,-. Ada pula penurunan harga pada garam dapur, ikan bandeng, margarin, beras muncul, jeruk, ayam broiler/ras dan telur.

Demikian ulasan mengenai kenaikan dan penurunan harga sembako, yang tentunya dapat menjadi informasi penting bagi para konsumen. Adapun harga berikut masih dapat mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak pasti, seiring adanya kebijakan pemerintah dan produsen serta kebutuhan pasar.

Referensi: https://goo.gl/maps/Azkq8GsLT2iCMt798

Harga Sembako Kota Malang Terbaru 2020
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *